Puncak perayaan dihadiri Bupati Temanggung Agus Setyawan, jajaran Muspika Kecamatan Kledung, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Mengusung tema “Guyub Mbangun Desa, Lestari Budayane, Maju Ekonomine, Sejahtera Wargane”, peringatan hari jadi tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.
Ketua panitia, Nur Wahid, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang Desa Tuksari yang kini genap berusia 102 tahun.
Mengirngi itu, Kepala Desa Tuksari, Sukirno, menuturkan bahwa peringatan hari jadi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta membangun semangat gotong royong dalam mewujudkan desa yang semakin maju dan sejahtera.
“Kami berharap semangat kebersamaan yang telah diwariskan para pendahulu terus terjaga. Budaya harus tetap lestari, sementara pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Perayaan semakin semarak dengan kirab budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat serta penampilan 12 kelompok kesenian tradisional yang menampilkan kekayaan budaya khas Desa Tuksari.
Salah satu atraksi yang paling menyita perhatian adalah penyajian 1.000 ingkung, sebagai simbol rasa syukur, persatuan, dan doa bersama untuk kemakmuran desa.
Kegiatan diawali dengan napak tilas dan pengambilan air suci dari mata air, dilanjutkan ziarah ke makam para leluhur, kirab budaya, penyatuan dan penyimpanan air suci, serta tirakatan dan doa bersama.
Festival ini menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi sebagai bagian dari identitas desa sekaligus potensi yang mampu mendorong kemajuan sektor sosial, budaya, dan ekonomi.

Pada kesempatan, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Tuksari yang terus menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman.
Peringatan Hari Jadi ke-102 Desa Tuksari pun menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi perekat persatuan sekaligus penggerak pembangunan desa menuju masa depan yang lebih maju. (Tarman/Trs)










Discussion about this post