HORIZONE – Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana wilayah dengan menggandeng berbagai mitra strategis, termasuk pegiat radio amatir.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menerima audiensi pengurus Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Bukittinggi Agam di Ruang Kerja Wakil Bupati Agam, Rabu (19/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Wabup Muhammad Iqbal didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, serta Kabid TIK, Jhoni Indra.
Audiensi ini berfokus pada rencana pelaksanaan pelatihan Communication and Rescue (CORE) ORARI guna meningkatkan kapasitas komunikasi darurat di daerah rawan bencana.
Ketua ORARI Lokal Bukittinggi Agam, Sahrul Junaidi (YB5AJO), menegaskan bahwa peran anggota ORARI telah bertransformasi dari sekadar menyalurkan hobi radio frekuensi menjadi mitra vital pemerintah dalam penanggulangan bencana.
“Dalam kondisi sekarang, kita tidak saja hobi, tetapi bagaimana kita berpartisipasi dan bermitra dengan pemerintah,” ungkap Sahrul.
Rekam jejak kepedulian ORARI Lokal Bukittinggi Agam telah teruji dalam berbagai bencana di Sumatra Barat. Salah satunya saat membantu membuka jalur komunikasi darurat ketika terjadi banjir bandang dan longsor di Palembayan pada akhir November 2025, yang sempat memutus akses komunikasi darat.
Baca juga : Dorong Energi Bersih, Solok Selatan Pamerkan Potensi Panas Bumi di Forum Internasional IIGCE 2026
Mengingat topografi Kabupaten Agam yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, peningkatan kapasitas anggota menjadi hal mutlak.
“Alhamdulillah, dari tiga tahun kemarin, mulai dari erupsi Gunung Marapi, kita tetap eksis sampai sekarang. Itulah kemampuan kawan-kawan yang perlu kami bangun dan kami tingkatkan terus,” tambahnya.
Melalui pelatihan CORE yang direncanakan, Pemkab Agam dan ORARI berharap koordinasi dan penanganan tanggap darurat bencana di wilayah Agam dapat berjalan semakin cepat, tepat, dan terintegrasi.
ril-dmr










Discussion about this post