Di tengah kondisi medan yang berat, hujan yang masih turun, listrik padam dan jaringan internet terganggu, tim gabungan bergerak melakukan pencarian sekaligus membersihkan material longsor.
Informasi awal yang diterima Pemerintah Kabupaten Solok menyebutkan, sedikitnya dua akses jalan terputus. Material longsor juga berdampak terhadap kantor instansi pemerintahan dan rumah warga.
Dua kendaraan dilaporkan terjebak, masing-masing sebuah mobil boks dan minibus. Hingga Selasa dinihari (22/9), kondisi korban masih dalam penelusuran Tim SAR.
“Untuk korban jiwa belum diketahui. Saat ini Tim SAR masih melakukan penelusuran dan kami bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi,” ujar Wakil Bupati Solok Chandra.
Situasi tersebut langsung mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy berkoordinasi langsung dengan Chandra untuk mengetahui perkembangan terkini di lokasi bencana, mulai dari kondisi masyarakat, proses pencarian dan penyelamatan, hingga akses jalan yang tertutup material longsor.
Bagi Vasko, dalam situasi seperti ini, keselamatan manusia tidak boleh menunggu.
“Prioritas kita adalah keselamatan masyarakat. Pencarian dan penyelamatan korban harus menjadi perhatian utama, sembari akses jalan terus kita upayakan untuk dibuka,” tegas Vasko di Padang.
Namun, upaya membuka akses tidak bisa dilakukan sembarangan. Kondisi medan yang berat dan hujan yang masih mengguyur membuat setiap langkah harus memperhitungkan keselamatan petugas.
Karena itu, Vasko meminta perangkat daerah Pemprov Sumbar segera bergerak memenuhi kebutuhan yang dilaporkan dari lapangan.
Alat berat jenis long arm diminta segera diturunkan untuk membantu membersihkan material sekaligus membuka akses yang terputus.
Kepala Pelaksana BPBD dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumbar diminta segera mengoordinasikan dukungan tersebut.

Padamnya listrik dan terganggunya jaringan internet juga menjadi persoalan tersendiri. Dalam kondisi bencana, komunikasi menjadi bagian penting untuk memastikan informasi dari lapangan dapat diterima dan bantuan dapat diarahkan dengan cepat.
Pemprov Sumbar pun mengupayakan dukungan sumber listrik dan jaringan internet portabel untuk membantu tim yang bekerja di lokasi.
“Alat yang dibutuhkan segera kita koordinasikan untuk diturunkan. Termasuk kebutuhan listrik dan jaringan komunikasi portabel, kita upayakan agar penanganan di lapangan tidak terkendala,” ujar Vasko melalui sambungan telepon kepada kepala OPD terkait.
Sementara pencarian dan pembersihan material berlangsung, perhatian juga diarahkan kepada warga yang tinggal di kawasan rawan.
Vasko meminta Pemkab Solok mengantisipasi kemungkinan longsor susulan dengan memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman.
Sebagian warga dilaporkan telah mengungsi. Rumah dinas Wakil Bupati Solok bahkan dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian sementara.
“Berdasarkan laporan yang kita terima, saat ini sebagian masyarakat telah mulai mengungsi, termasuk memanfaatkan rumah dinas Wakil Bupati Solok sebagai tempat pengungsian sementara. Langkah Pemkab ini patut kita apresiasi,” ungkap Vasko.
Malam itu, penanganan longsor Arosuka bukan sekadar soal membuka jalan yang tertutup tanah dan bebatuan.
Di tengah hujan, gelap akibat padamnya listrik dan terbatasnya komunikasi, tim di lapangan berpacu memastikan keselamatan warga sekaligus menelusuri kemungkinan adanya korban.
Pemprov Sumbar memastikan koordinasi dengan Pemkab Solok, Tim SAR, BMKG dan seluruh unsur terkait terus dilakukan hingga penanganan di lapangan berjalan aman dan terkendali. (melatisan)










Discussion about this post