HORIZONE – Direktur Irigasi Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si bersama Biro Perencanaan serta perwakilan Direktorat Jenderal di lingkungan Kementerian Pertanian RI mengunjungi Kabupaten Solok guna melihat secara langsung penanggan pasca bencana Jumat (7/8/2026).
Bupati Solok Jon Firman Pandu mendampingi langsung kunjungan tersebut bersama sejumlah pejabat di kabupaten setempat. Lokasi dikunjungi adalah Nagari Salayo di Kecamatan Kubung.

Dalam sambutannya Direktur Irigasi Kementerian Pertanian RI Liferdi Lukman mengatakan, kehadiran jajaran Kementerian Pertanian merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat untuk memastikan seluruh program bantuan berjalan optimal dan tepat sasaran. Daerah yang berhasil melaksanakan program dengan baik akan terus menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan pemerintah.
Terkait hal tersebut, Liferdi Lukman mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Solok dalam menangani dampak bencana di sektor pertanian. Menurutnya, Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah paling cepat mengimplementasikan program-program Kementerian Pertanian untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Keberhasilan tersebut, menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk meningkatkan dukungan kepada Kabupaten Solok.
“Awalnya kami mengalokasikan 13 unit program irigasi untuk Kabupaten Solok. Karena pelaksanaannya cepat dan berhasil, sekarang kami tingkatkan menjadi 74 unit. Daerah yang mampu melaksanakan program dengan baik akan semakin dipercaya dan memperoleh tambahan dukungan dari pemerintah pusat,” ungkap Liferdi.
Ia juga mengajak Pemerintah Kabupaten Solok agar terus mengusulkan kebutuhan pembangunan irigasi melalui Sistem Informasi Pengusulan Irigasi (Sipuri). Menurutnya, peningkatan anggaran pembangunan irigasi oleh pemerintah pusat menjadi peluang besar bagi daerah untuk mempercepat pembangunan jaringan irigasi, baik primer, sekunder, maupun tersier, guna mendukung peningkatan produksi pertanian.
Menurut Liferdi, bantuan Kementerian Pertanian kini disalurkan langsung kepada kelompok tani tanpa melalui pihak ketiga, sehingga manfaatnya dapat diterima secara maksimal oleh para petani. Ia juga mendorong pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah nagari untuk aktif menyampaikan usulan kebutuhan masyarakat agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pemulihan sektor pertanian pasca bencana di Kabupaten Solok. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Solok menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.
Dikatakan Jon Firman Pandu, masih terdapat sekitar 64 hektare lahan dengan kategori rusak berat yang masih memerlukan dukungan penanganan lebih lanjut.
Ia berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan agar seluruh lahan terdampak dapat segera dipulihkan dan kembali produktif.
“Alhamdulillah, sawah yang kita lihat hari ini sudah memasuki musim tanam ketiga. Mudah-mudahan ini menjadi tanda bahwa ekonomi masyarakat kita kembali tumbuh,” ujar Bupati JFP.
Pemerintah Kabupaten Solok, terang Bupati Solok ini, berkomitmen memanfaatkan seluruh bantuan tersebut secara optimal, tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung program swasembada pangan nasional. (*)










Discussion about this post