HORIZONE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya menyambut positif terpilihnya H. Marlon Martua Datuak Rangkayo Mulieh sebagai Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Dharmasraya periode 2026–2031.
Marlon terpilih secara resmi dalam Musyawarah Daerah (Musda) LKAAM yang digelar di Pulau Punjung, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026).
Bupati Dharmasraya Annisa Ramadani menyampaikan ucapan selamat sekaligus menaruh harapan besar pada kepengurusan baru ini agar dapat memperkuat peran lembaga adat sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Selamat kepada Bapak H. Marlon Martua Dt Rangkayo Mulie atas amanah yang diberikan untuk memimpin LKAAM Kabupaten Dharmasraya. Kami berharap kepengurusan baru ini dapat terus memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus membantu menyelesaikan persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Annisa menegaskan bahwa LKAAM memiliki posisi yang sangat strategis. Selain melestarikan budaya dan memperkuat persatuan, lembaga ini menjadi jembatan utama dalam menuntaskan isu-isu adat.
Salah satu fokus utama kerja sama antara Pemkab Dharmasraya dan LKAAM ke depan adalah penanganan persoalan tanah ulayat yang masuk dalam kawasan hutan.
Menurut Pemkab, penyelesaian isu sensitif ini membutuhkan kesamaan pemahaman antar stakeholder, dialog konstruktif berbasis musyawarah, sinergi erat antara pemerintah, ninik mamak, dan pemangku kepentingan adat.
Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang memberikan kepastian hukum tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat adat setempat.
H. Marlon Martua Datuak Rangkayo Mulieh yang juga merupakan Ninik Mamak Kenagarian IV Koto Pulau Punjung sekaligus Bupati Dharmasraya periode 2005–2010—menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang dipercayakan kepadanya.
Ia berkomitmen menjadikan LKAAM sebagai wadah pemersatu ninik mamak, membina generasi muda, serta mengawal penyelesaian masalah adat lewat musyawarah dan mufakat.
Baca juga : Wali Kota Solok Ramadhani Tekankan Disiplin dan Akhlak Siswa
“Sinergi antara ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci mewujudkan kehidupan harmonis berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” tegas Marlon.
Musda LKAAM Dharmasraya ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua LKAAM Sumbar, Syafrizal Dt Nan Batuah. Momentum ini dimanfaatkan para pemangku adat untuk berkonsolidasi serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja lima tahun ke depan.
Melalui kepemimpinan baru ini, LKAAM Dharmasraya diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi pelestarian kearifan lokal sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berakar pada nilai-nilai adat.
ril-dmr










Discussion about this post