HORIZONE – Kehadiran Jembatan Gantung Garuda di atas Sungai Tajum, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, membawa perubahan nyata bagi mobilitas masyarakat. Akses yang sebelumnya harus ditempuh dengan jalur memutar kini menjadi lebih singkat dan mudah.
Jembatan tersebut menjadi penghubung baru bagi warga menuju wilayah seberang sungai. Selain mempercepat aktivitas sehari-hari, keberadaannya membuka konektivitas antarwilayah yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Jembatan Garuda di Darmakradenan merupakan bagian dari program pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang diresmikan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Di Kabupaten Banyumas, salah satu Jembatan Garuda yang berada di atas Sungai Tajum, Kecamatan Ajibarang, diresmikan secara langsung oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wahyono, SH, M.Tr. (Han), setelah mengikuti prosesi peresmian secara video conference (Vidcon) bersama Presiden RI.
Peresmian tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi, jajaran DPU Banyumas, Muspika Kecamatan Ajibarang, Pemerintah Desa Darmakradenan, serta sejumlah tamu undangan.
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, pembangunan Jembatan Garuda memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses antarwilayah yang sebelumnya terkendala kondisi geografis.
Di Kabupaten Banyumas, pembangunan Jembatan Garuda mencakup empat desa, yakni Darmakradenan, Windunegara, Cingebul, dan Kalibagor.
“Selain jembatan, titik-titik air bersih juga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Dwi Asih.
Di Desa Darmakradenan, jembatan dibangun di wilayah RW 6 dan membentang di atas Sungai Tajum. Sebelum jembatan tersedia, warga yang hendak menuju wilayah seberang harus menempuh perjalanan dengan jalur memutar.
Kini, kondisi tersebut berubah. Jembatan Garuda menjadi jalur penghubung yang membuat aktivitas warga lebih praktis dan efisien.
“Dulu susah, harus memutar. Setelah ada Jembatan Garuda ini, akses jadi mudah dan cepat,” ujar Sunarto, warga RT 1 RW 7 Desa Darmakradenan.
Kehadiran jembatan juga disambut antusias masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Salah satunya Hikmatulloh, warga yang berjualan di sekitar jembatan.
“Sangat gembira adanya jembatan ini,” tuturnya.
Pembangunan Jembatan Garuda di Darmakradenan merupakan bagian dari program KODAM IV/Diponegoro bersama Kodim 0701/Banyumas. Groundbreaking pembangunan tahap III dan IV dilaksanakan pada 31 Maret 2026 dan pengerjaannya dilanjutkan secara bertahap hingga pertengahan tahun.
Dalam proses pembangunan, personel TNI bersama masyarakat turut bergotong royong. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Tak sekadar memangkas jarak, keberadaan Jembatan Garuda diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap kehidupan warga. Anak-anak kini memiliki akses yang lebih mudah menuju sekolah, kegiatan ekonomi masyarakat semakin terbantu, sementara akses menuju fasilitas kesehatan juga menjadi lebih cepat.
Usai menggunting pita sebagai tanda peresmian, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wahyono menyempatkan diri berbincang dengan warga di sekitar jembatan.
Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan rasa syukur dan kegembiraan mereka secara langsung kepada Danrem atas hadirnya Jembatan Garuda di wilayah tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan gembira dengan dibangunnya Jembatan Garuda di wilayah kami. Ini sangat membantu aktivitas kami sehari-hari,” ungkap salah seorang warga.
Bagi masyarakat Darmakradenan, Jembatan Garuda bukan sekadar konstruksi yang membentang di atas Sungai Tajum. Jembatan tersebut menjadi penghubung yang memangkas jarak, mempercepat mobilitas, sekaligus membuka akses warga menuju berbagai kebutuhan sehari-hari.
Dari jalur yang sebelumnya harus ditempuh dengan memutar, kini masyarakat memiliki akses yang lebih dekat dan praktis. Jembatan Garuda pun menjadi simbol hadirnya pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pedesaan. (TS)










Discussion about this post