HORIZONE – Duka mendalam menyelimuti Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik daerah, H. Afrizon meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya.
Prosesi pelepasan jenazah dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, bersama Sekda Abdurrahman Hadi dan Asisten I Jasrinaldi. Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Jorong Taratak Indah, Nagari Sungayang, Kecamatan Sungayang, Rabu (9/9/2026).
“Atas nama Pemkab Tanah Datar, kami menyampaikan duka cita mendalam. Kepergian beliau adalah duka bagi keluarga sekaligus jajaran pemerintah daerah,” ujar Wakil Bupati Ahmad Fadly dalam sambutannya.
Di balik suasana duka, terselip kisah haru yang membekas bagi keluarga. Putra almarhum, Fikran Aulia Afsya, menceritakan bahwa sang ayah sempat menerima kabar kelahiran cucu pertamanya—momen yang sangat dirindukan almarhum semasa hidup—beberapa saat sebelum mengembuskan napas terakhir.
Almarhum sebelumnya dilarikan ke ICU RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar pada Senin dini hari akibat kondisi kesehatan yang terus menurun. Pada Selasa (8/9/2026) siang, pihak keluarga mendapat kabar gembira atas kelahiran cucu pertama yang telah lama dinanti.
Meski kesadarannya mulai melemah, almarhum masih sempat melihat foto dan video sang cucu yang diperlihatkan oleh Fikran.
Diungkpakan sang anak, semasa hidup almarhum sering mengungkapkan keinginannya mengasuh sang cucu saat pensiun, bahkan telah menyiapkan ayunan di rumah.
“Alhamdulillah, Allah mungkin lebih menyayangi beliau. Memang beliau menunggu cucunya lahir terlebih dahulu,” tutur Fikran dengan haru.
Semasa hidupnya, H. Afrizon dikenal memiliki rekam jejak pengabdian yang panjang. Sebelum mengabdi di lingkungan Pemkab Tanah Datar, almarhum sempat bertugas di Kementerian Agama serta aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas simpati seluruh pihak, sekaligus memohonkan maaf atas segala kekhilafan almarhum selama bertugas maupun bermasyarakat.
“Kami memohon maaf kepada Bapak dan Ibu sekalian. Bukakan pintu maaf untuk ayah kami dan relakan apa yang pernah disampaikan beliau,” tutup Fikran.
damara










Discussion about this post