HORIZONE – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungai Tarab dipilih menjadi pusat koordinasi penerapan teknologi pertanian terbaru di Sumatera Barat (Sumbar).
Pemangku kepentingan lintas sektor menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk menyusun strategi penerapan metode tanam modern PM-AAS (Precision Modern Agriculture-Application System).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari proyek strategis untuk mentransformasi sektor agraris di Kabupaten Tanah Datar menuju pertanian modern yang berkelanjutan.
Pertemuan penting ini dihadiri Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BUMP) Provinsi Sumatera Barat Salwati, Ketua Kelompok Substansi Provinsi Sumbar Santi Budiharti, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanah Datar Desi Marlindaserta Camat Sungai Tarab Mulkhairi.
“Metode PM-AAS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian, efisiensi penggunaan sumber daya, serta menekan biaya produksi petani,” ujar Salwati, Minggu (12/7/2026).
Ia menambahkan, metode tanam ini telah teruji secara klinis di beberapa wilayah percontohan dan menunjukkan hasil panen yang sangat signifikan. Wilayah Sungai Tarab dibidik menjadi pelopor karena memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas.
Sektor pertanian tradisional kerap dihadapkan pada masalah tingginya biaya operasional dan ketidakpastian iklim. Pengenalan metode PM-AAS diharapkan mampu menjadi solusi konkret atas tantangan tersebut.
Ketua Kelompok Substansi Sumbar, Santi Budiharti, menegaskan bahwa kesuksesan digitalisasi dan modernisasi pertanian ini berada di tangan para kelompok tani (poktan).
Untuk memastikan program ini tidak mandek di tataran teori, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar berkomitmen mengawal penuh seluruh proses implementasi di lapangan.
Kabid Tanaman Pangan, Desi Marlinda, berjanji akan memfasilitasi mulai dari pelatihan teknis, penyediaan sarana prasarana (saprotan) pendukung, hingga monitoring berkala.
Camat Sungai Tarab, Mulkhairi, menyatakan dukungan penuh dari jajaran pemerintah kecamatan.
“Kami siap memobilisasi seluruh perangkat nagari demi menyukseskan sosialisasi PM-AAS agar para petani dapat segera menikmati efisiensi biaya produksi dan peningkatan kesejahteraan finansial,” pungkasnya.
ril-dmr










Discussion about this post