Penanaman tersebut menjadi bagian dari aksi penghijauan sekaligus upaya memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
Kegiatan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat.

Menurut Danrem, tanaman mangrove yang telah ditanam harus dipantau secara rutin, terlebih setelah kawasan pesisir diterjang gelombang atau ombak besar.
“Setelah pohon ditanam, jangan hanya berhenti pada kegiatan penanaman. Pohon harus dirawat dan dipantau secara rutin, terutama setelah terjadi gelombang atau ombak besar. Apabila ada tanaman yang rusak atau terbawa ombak, segera dilakukan penggantian,” tegasnya.
Danrem menilai keberadaan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus membantu mengurangi dampak abrasi. Karena itu, pemeliharaan tanaman menjadi tanggung jawab bersama agar program penghijauan benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang mulia dan harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Apabila kita menjaga dan menyayangi alam, maka alam juga akan memberikan manfaat dan menjaga kehidupan kita,” tambahnya.
Selain penanaman mangrove, Kodim 0703/Cilacap turut menanam 100 pohon kopi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan kopi Liberika sebagai salah satu komoditas potensial sekaligus bagian dari penguatan sektor pertanian di Kabupaten Cilacap.
Danrem kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak membiarkan tanaman yang telah ditanam hanya menjadi simbol kegiatan seremonial.
Menurutnya, keberlanjutan program sangat ditentukan oleh kepedulian dalam merawat, memantau, dan mengganti tanaman yang mengalami kerusakan.

Aksi penghijauan ini dihadiri Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, SH, M.Tr.(Han.), Ketua DPRD Kabupaten Cilacap H. Taufik Nurhidayat, Kombes Pol. Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, S.I.K, MH, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf. Aryudha Sakti, SE, Kasi Ren Korem 071/Wijayakusuma Letkol Cba (K) Roro Sri Harjani, E.D.A., E. S.Sos, Pasiter Lanal Cilacap Mayor Laut (E) Aris Budi Utomo, perwakilan Kejaksaan Cilacap, Camat Adipala, Pertamina RU IV Cilacap, KKPH Kebasen, PT S2P Cilacap, Kepala Desa Karangbenda, serta personel Kodim 0703/Cilacap, Lanal Cilacap, Yonif TP 838/PW, Polresta Cilacap, dan masyarakat.
Penanaman ribuan mangrove tersebut menjadi wujud nyata kontribusi TNI dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kesadaran bersama terhadap pentingnya keberlanjutan kawasan pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial dan kepedulian lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung maupun jangka panjang oleh masyarakat. (TRS)










Discussion about this post