HORIZONE – Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani menginstruksikan seluruh jajaran camat dan wali nagari untuk menggalakkan sosialisasi larangan membakar lahan serta memetakan wilayah rawan di daerah masing-masing sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah ancaman fenomena iklim El Nino Godzilla.
Instruksi tersebut disampaikan Wakil Bupati Leli Arni saat acara Penandatanganan Deklarasi Bersama Anti Karhutla bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Auditorium Dharmasraya, Kamis (3/9/2026).
“Deklarasi yang kita ucapkan bersama bukan sekadar seremonial, melainkan pernyataan sikap dan komitmen nyata yang harus langsung diimplementasikan di lapangan,” sampai Leli.
Bupati meminta jajaran perangkat nagari bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas memperkuat patroli lapangan guna mempercepat penanganan jika ditemukan titik api. Bupati Annisa juga menegaskan agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku pembakaran lahan, baik dari pihak perorangan maupun korporasi.
Kepala Pelaksana BPBD Dharmasraya Suherman Junaidi melaporkan, penanganan karhutla di wilayahnya relatif terkendali. Saat ini, sistem SiPongi Karhutla menunjukkan nihil titik api di wilayah Dharmasraya, sehingga kabut asap yang sempat melintas diduga merupakan asap kiriman dari daerah luar.
Penanganan cepat ini juga didukung oleh perbaikan kualitas udara secara signifikan dalam sepekan terakhir. Indeks standar pencemar udara (ISPU) yang sebelumnya berada di kategori Tidak Sehat (rata-rata 134) kini membaik ke kategori Sedang/Kurang Sehat (rata-rata 96).
Meski sempat meliburkan siswa TK dan PAUD selama tiga hari sebagai langkah antisipasi kesehatan, Pemkab Dharmasraya memastikan aktivitas ekonomi, pasar, dan perkantoran secara umum tetap berjalan normal. Kegiatan belajar mengajar pun telah kembali dibuka dengan skenario pembelajaran di dalam ruangan.
Guna mengantisipasi dampak bencana ekstrim ini, Pemkab Dharmasraya telah menyiagakan 66 personel Pemadam Kebakaran (Damkar) di lima pos siaga 24 jam, lengkap dengan kesiapan tim medis dan BPBD. Dukungan armada berupa dua unit mobil air dan satu unit truk tangki juga telah disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk menanggulangi ancaman kekeringan serta pemadaman darurat.
Melalui penandatanganan deklarasi yang turut dihadiri perwakilan Polres, Kodim 0310/SSD, dan Kejari Dharmasraya ini, seluruh elemen masyarakat diimbau untuk bersatu padu menjaga lingkungan demi mewujudkan Dharmasraya Bebas Asap.
ril-dmr










Discussion about this post